Tampilkan postingan dengan label Smartphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Smartphone. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2017

Cara Mudah Menghubungkan Android Dengan TV

SiPenting - Menghubungkan Android dengan TV , bukanlah sebuah hal yang mustahil, sebab semua hal tampak bisa dilakukan berkat kemajuan teknologi yang sangat pesat. Beberapa jenis perangkat Android termutakhir membenamkan port khusus supaya pengguna bisa memasang kabel HDMI yang justru penting guna menghubungkan TV dengan perangkat Android yang digunakan. Akan tetapi pertanyaan pentingnya adalah: mengapa seseorang perlu menghubungkan perangkat smartphone Android dengan televisi?

Ada beberapa tipe pengguna handphone yang kerap merasa bahwa layar tablet maupun ponsel pintar miliknya kurang besar, sehingga kurang seru untuk menikmati, misalnya, konten QHD maupun FullHD yang terkadang kurang maksimal bila hanya dinikmati di layar tablet maupun hp. Beberapa tipe game Android bahkan akan terasa sangat nyaman bila dimainkan di layar besar, dan ini menjadi alasan mengapa beberapa pengguna cenderung lebih menyukai bila perangkatnya bisa disambungkan ke layar yang lebih besar semisal proyektor, TV, dan lain sebagainya. Dengan demikian, konten yang ingin dilihat menjadi lebih maksimal.

Menghubungkan Android dengan TV sebetulnya bisa dilakukan dengan mudah, sebab seorang pengguna hanya membutuhkan dua benda, yakni TV layar besar dan sebuah ponsel pintar. Seutas kabel konektor HDMI rasanya juga dibutuhkan, supaya hubungan dengan TV bisa lebih mudah dilakukan. Akan tetapi kabel HDMI hanya dibutuhkan bila seorang pengguna memang benar-benar ingin melihat konten HD di atas layar besar pesawat televisi yang pernah dimilikinya.

Teknologi yang memanfaatkan hubungan antara ponsel dengan pesawat televisi sebetulnya bukanlah teknologi yang baru-baru amat. Di zaman ketika smartphone belum sesemarak sekarang, orang sudah pernah mencoba menghubungkan handphone dengan pesawat televisinya. Di zaman ketika merk Nokia masih berjaya dengan ponsel C7-nya, orang bisa membuat seutas kabel TV-Out sendiri guna menghubungkan perangkat tersebut dengan pesawat televisi miliknya. Yang dibutuhkan hanyalah seutas kabel RCA dan kabel bekas headphone/earphone.

Setelah seutas kabel TV-Out selesai dibuat, pemilik Nokia C7 bisa menghubungkan perangkatnya ke sistem audio-visual yang tersedia di ruang tamu rumah ANda. Kualitas suara yang dihasilkan perangkat tersebut bisa dibilang sangat mumpuni, oleh karena ia memang diciptakan khusus untuk para penggemar musik. Kabarnya kualitas suara yang dihasilkan memang tergolong kelas atas, dalam arti sangat jernih, empuk, dan lebar.

Zaman kini telah berganti dan orang-orang tidak perlu repot membuat kabel TV-Out sendiri supaya perangkatnya bisa terhubung dengan baik ke pesawat televisi. Dengan menghubungkan perangkat TV ke Android, seorang pengguna bakal bisa memiliki akses untuk menikmati sejumlah aplikasi di atas layar lebar. Aplikasi yang bisa diakses pun beragam, mulai dari film, game, sampai aplikasi lain seperti word processing.

Ada tiga metode untuk menghubungkan tablet maupun handphone pintar berbasis Android dengan TV. Mari kita mulai dengan yang pertama, yakni memanfaatkan CheapCast.

Metode 1: memanfaatkan CheapCast menggunakan perangkat lain

Setidaknya ada empat langkah yang perlu dilakukan.
  1. Yang pertama adalah mempersiapkan beberapa jenis peralatan. Pertama-tama, pengguna perlu mempersiapkan perangkat Android (ponsel pintar maupun tablet) yang kemudian akan dimanfaatkan untuk menjadi “host” CheapCast. Siapkan laptop/smartphone lain yang berfungsi sebagai “remote”, yang bakal dimanfaatkan untuk menjalankan Chromecast di TV, dengan cara memanfaatkan fitur HDMI. Setelahnya pengguna perlu mempersiapkan HDMI guna menghubungkan perangkat “host” ke pesawat TV. Bila tidak ada port maupun kabel HDMI, maka siapkanlah adapter MHL yang bakal berfungsi sebagai pengganti.
  2. Pengguna perlu mengunduh dan memasang aplikasi CheapCast di perangkat yang berfungsi sebagai “host” (tablet maupun ponsel yang telah dipersiapkan sebelumnya).
  3. Pengguna bisa menghubungkan perangkat “host”, dari tablet/handphone ke pesawat televisi. Bila “host” tidak memiliki socket HDMI, maka gunakanlah adapter MHL.
  4. Gunakan aplikasi Chromecast melalui perangkat “remote”, supaya bisa digunakan di pesawat televisi. Bila sudah, perangkat “host” akan berfungsi seperti Chromecast. Segala yang tampil di layar perangkat pintar akan terlihat di atas layar televisi.

Metode 2: Gunakan Chromecast

Ada enam langkah yang perlu dilakukan di sini, termasuk seperti yang dijabarkan di bawah:

  1. Pengguna perlu membeli Chromecast dan menghubungkannya ke pesawat televisi. Benda seperti Chromecast biasanya terhubungan ke port HDMI yang tersedia di pesawat televisi Anda, dan biasanya digunakan untuk melakukan streaming serta menghubungkan perangkat lain ke TV.
  2. Unduh dan pasang aplikasi bernama Chromecast pada ponsel pintar maupun tablet. Aplikasi ini bisa ditemukan di pasar “Play Store” yang tersedia di perangkat yang Anda miliki. Pasanglah Chromecast versi terbaru.
  3. Memanfaatkan jaringan Wi-Fi lokal. Hidupkan penangkap sinyal Wi-Fi pada ponsel/tablet, kemudian persiapkan untuk langkah selanjutnya.
  4. Aplikasi Chromecast kemudian perlu dibuka melalui layar perangkat Android.
  5. Beralihlah ke pesawat televisi. Pindahkan kanal saluran dari TV ke HDMI menggunakan remote control untuk pesawat televisi.
  6. Di langkah terakhir ini, pengguna akan diminta untuk memasukkan kode setup, yang biasanya muncul pada layar TV. Kode setup diperlukan guna mensinkronkannya dengan perangkat ponsel/tablet. Akan tetapi Chromecast hanya akan tampilan yang muncul pada peramban Chrome serta aplikasi lainnya yang memang dirancang untuk Chromecast. Tidak perlu khawatir, sebab semakin banyak fungsi yang kini dibenamkan ke dalam aplikasi tersebut.
Metode 3: Menggunakan kabel HDMI

Setidaknya ada tujuh hal yang perlu digunakan bila Anda ingin memanfaatkan kabel HDMI untuk menghubungkan kedua perangkat yang berbeda.

  1. Membeli kabel HDMI yang kompatibel dengan perangkat tablet/ponsel Anda. 
  2. Fungsi kabel bisa dites dengan memasukkan ujung pipih kabel HDMI ke dalam socket pengisian baterai yang tersedia pada tablet/ponsel Anda.
  3. Matikan dulu pesawat televisi dengan menekan tombol on/off.
  4. Menghubungkan perangkat televisi ke tablet/smartphone. Masukkan ujung pipih ke ponsel dan ujung satunya yang besar ke socket televisi yang memiliki bertuliskan HDMI.
  5. Nyalakan kembali pesawat televisi dan pindahkan kanal saluran ke opsi HDMI.
  6. Beralihlah ke perangkat tablet/smartphone. Pastikan supaya tidak terkunci agar pengguna bisa mengakses ke sejumlah aplikasi dan pengaturan pada perangkat.
  7. Selanjutnya arahkan akses ke ikon Settings di layar utama perangkat tablet/ponsel. Selanjutnya pengguna bisa memberikan tanda centang pada opsi yang bertuliskan “HDMI Connection”. Setelah semua proses selesai, kini perangkat yang Anda miliki sudah terhubung ke pesawat televisi.

Mana yang Lebih Mudah?

Dari ketiga metode untuk menghubungkan perangkat tablet/smartphone dengan TV, mana yang tampaknya paling mudah untuk dilakukan? Metode kedua tampaknya jauh lebih mudah dilakukan, sebab apa yang dibutuhkan hanyalah sebuah aplikasi sederhana yang bisa dipasang dengan mudah ke dalam perangkat tablet/ponsel berbasis Android. Pilihan kedua yang juga tidak kalah mudahnya adalah metode ketiga yang memanfaatkan kabel konektor HDMI. Sementara itu opsi yang memanfaatkan metode pertama mungkin terlalu rumit bagi sebagian besar orang, sebab membutuhkan perangkat tambahan lain seperti laptop maupun smartphone lain. Namun secara umum, pilihan yang tersedia sudah lengkap dan pengguna tinggal menyesuaikannya dengan keinginan.


Koneksi perangkat android ke laptop atau PC dengan kabel USB

SiPenting -  Koneksi perangkat android ke laptop/PC dengan kabel USB , Perangkat android seperti smartphone atau tablet saat ini selalu dilengkapi dengan kabel USB yang desainnya umum. Artinya kabel tersebut dapat digunakan pada banyak perangkat android selain android yang kita gunakan. Ujung konektor kabel yang dicolokkan ke perangkat android, namanya Micro USB (atau USB Type-B Micro) sedang ujung yang satunya lagi menggunaan konektor Standard-A USB (atau USB Type-A Standard) yang biasa dicolokkan ke charger atau komputer, laptop/PC. Dan USB yang banyak beredar sekarang masih menggunakan USB versi 2.0.



Selama sebuah perangkat android memiliki lubang colokan (soket) jenis Micro USB, maka kabel USB dari perangkat apapun yang salah satu ujungnya bertype konektor Micro USB, dapat anda gunakan juga.

Selain digunakan untuk mengecas perangkat android, kabel USB juga digunakan untuk menghubungkan perangkat android dengan komputer. Kita bisa memindahkan (mentransfer) data dari smartphone atau tablet ke komputer, atau juga sebaliknya memindahkan data dari komputer ke perangkat android. Data yang ditransfer berupa foto-foto, lagu, video atau file-file lain yang bisa dibuka di komputer. Hal ini sangat berguna sekali untuk memback-up data sehingga jika sesuatu terjadi, smartphone atau tablet rusak atau hilang, data kita tidak hilang. Karena dipergunakan untuk menyimpan atau memindahkan data, maka banyak yang menyebutnya juga sebagai Kabel Data.

Satu lagi keuntungan kita menggunakan kabel USB saat ingin memindahkan data ke laptop/PC adalah di saat yang bersamaan perangkat android kita ikut dicas (pengecasan battery perangkat android).



Koneksi perangkat android ke komputer dengan kabel USB ini, terdapat perbedaan mencolok antara android versi Kitkat dan sesudahnya dengan android versi Jelly Bean dan sebelumnya.

A. Perangkat Android Kitkat dan setelahnya.
Pada perangkat android modern (Android Kitkat dan setelahnya), koneksi antara perangkat android dengan komputer via kabel USB terdapat dua metode koneksi, sebagai Media device (MTP) dan Camera (PTP).

Untuk mengakses atau memilihnya, setelah perangkat android terkoneksi dengan komputer akan muncul notifikasi koneksi USB. Buka notifikasi ini dengan cara menarik layar ke bawah atau mengeklik gambar USB.



Secara default perangkat android akan terkoneksi menggunakan metode MTP (“Connected as media device”). Untuk melihat pilihan koneksi USB yang lain, klik notifikasi tersebut. Akan muncul pilihan koneksi sebagai Media device (MTP) atau Camera (PTP).

1. Media device (MTP, Media Transfer Protocol).
Dengan koneksi MTP ini, komputer akan menganggap perangkat android smartphone atau tablet, sebagai media penyimpan file. Sehingga perangkat android terbaca di komputer sebagai tempat menyimpan data atau file. Kita bisa memindahkan, meng-copy, atau mentransfer data apa saja dari smartphone atau tablet ke komputer atau sebaliknya. Pada komputer  yang menggunakan sistem operasi Apple Mac koneksi ini namanya AFT (Android File Transfer).
Berikut gambar perangkat android yang terdeteksi di Windows Explorer komputer yang menggunakan koneksi Media device (MTP).



Perangkat android terdeteksi hanya seperti sebuah folder dengan ikon bergambar handphone yang berisi file-file yang bisa diakses oleh komputer.

2. Camera (PTP, Pictures Transfer Ptotocol).
Jika kita memilih koneksi Camera, maka perangkat android kita dianggap sebagai sebuah kamera. Kita bisa mentransfer foto ke komputer dengan software kamera. Di komputer, setelah membuka Windows Explorer, perangkat android kita terlihat seperti sebuah kamera. Dan yang bisa kita transfer hanya data atau file yang berhubungan dengan camera saja, seperti gambar atau video. Pilihan ini hanya untuk perangkat yang tidak support transfer dengan MTP. Koneksi PTP ini menjadi standard koneksi komputer dengan camera digital. Berikut gambar perangkat android yang terdeteksi di Windows Explorer komputer yang menggunakan koneksi Camera (PTP).
Koneksi USB Android Kitkat dengan koneksi Camera (PTP)



Perangkat android terdeteksi sebagai sebuah folder dengan ikon bergambar camera dan file yang bisa diakses komputer hanyalah folder tempat penyimpanan gambar atau video saja.

B. Perangkat Android Jelly Bean dan sebelumnya.
Pada perangkat android yang lama (Android Jelly Bean dan sebelumnya), koneksi perangkat android ke komputer via kabel USB memiliki beberapa pilihan. Selain kedua metode di atas, MTP dan PTP, ditambah lagi dengan USB Mass Storage (UMS) dan Charge Only.

Untuk mengakses atau memilihnya, setelah perangkat android terkoneksi dengan komputer akan muncul notifikasi koneksi USB. Buka notifikasi ini dengan cara menarik layar ke bawah/ke atas atau mengeklik gambar USB tergantung letak notifikasi bar pada perangkat android anda. Kemudian klik notifikasi tersebut untuk melihat pilihan koneksi USB, seperti gambar berikut.



Dari gambar di atas terlihat ada 4 pilihan metode koneksi USB. USB Storage – Media device MTP) – Camera (PTP) – Charge only.

1. USB Mass Storage (UMS).
Pada koneksi USB dengan metode USB Mass Storage, sistem operasi Android akan berhenti bekerja karena mengijinkan komputer untuk mengakses seluruh isi memory perangkat android. Begitu juga aplikasi yang lain juga tidak bekerja selama terkoneksi dengan komputer. Koneksi metode UMS ini, memiliki standard protocol sama seperti sebuah flashdrive atau external drive bagi komputer sehingga komputer dapat mengakses seluruh isi perangkat android. Ini dianggap berbahaya bagi perangkat android sehingga pada android versi berikutnya metode UMS ini tidak digunakan lagi.
Jika perangkat android anda masih memiliki metode UMS ini dan kita memilih menggunakannya, ketika terkoneksi dengan komputer kita disuruh mengeklik “Turn on USB Storage” lalu muncul pesan yang menyatakan beberapa aplikasi akan berhenti dan tidak tersedia sampai kita meng-off-kan koneksi UMS ini, seperti gambar berikut.



Pada Windows Explorer komputer, perangkat android akan terdeteksi sebagai sebuah tempat penyimpan data tersendiri, drive: E (untuk memory SD Card) dan drive: H seperti gambar berikut.



2. Media device(MTP).
Jika memilih koneksi USB metode MTP pada halaman Windows Explorer di komputer, perangkat android akan terlihat seperti gambar berikut.



Sebagai sebuah folder dengan ikon bergambar handphone tempat penyimpanan data biasa,  yang berbeda dengan koneksi dengan metode UMS di atas.

3. Camera (PTP).
Jika memilih koneksi USB dengan metode Camera (PTP), perangkat android akan terdeteksi di Windows Explorer komputer seperti gambar berikut:



Sebagai sebuah folder dengan ikon bergambar camera yang hanya berisi file-file yang berhubungan dengan camera saja, seperti video dan foto-foto.

4. Koneksi Charge Only.
Jika kita memilih koneksi metode ini berarti kita hanya mengecas perangkat android kita dan perangkat komputer tidak mendeteksi apa-apa dari perangkat android kita. Hanya mengecas saja.

Sekarang, bagaimana koneksi perangkat android anda ke komputer dengan koneksi USB ini?
Jika anda tidak tahu versi android apa yang digunakan perangkat android anda, langsung coba hubungkan kabel USB ke perangkat android dan komputer. Ujung kabel USB berupa konektor kecil (Micro USB) colokkan ke perangkat android smartphone atau tablet, ujung kabel berupa konektor besar (Standard-A USB) dicolokkan ke komputer. Lihat dan tunggu hasilnya.

Jika ini pertama kali, komputer akan menginstall driver untuk koneksi tersebut. Tunggu sampai selesai, sampai muncul pesan “Device is ready to use”. Jika sebelumnya sudah pernah mengkoneksikan perangkat android ke komputer, proses menginstall driver tidak akan muncul lagi.

Pada perangkat android ada pemberitahuan atau notifikasi yang menunjukkan bahwa perangkat android anda telah terhubung dengan perangkat lain (komputer) dengan menggunakan kabel USB. Buka notifikasi seperti yang dijelaskan di bagian A dan B di atas.

Sekalian buka juga Windows Explorer komputer anda, caranya:

    Klik Start > klik Windows Explorer / File Explorer / This PC / My Computer, tergantung versi Windows pada komputer anda.

Jika perangkat android anda menggunakan Android versi Kitkat ke atas, perangkat Android anda akan terdeteksi langsung di File Explorer atau Windows Explorer sesuai dengan nama perangkat android anda. Silahkan memindahkan file yang akan dipindahkan ke komputer anda atau sebaliknya.

Jika perangkat android anda menggunakan sistem operasi Android Jelly Bean ke bawah, anda diminta mengeklik “Turn on USB Storage”. Tunggu sebentar sampai muncul nama perangkat android anda di Windows Explorer komputer, seperti dijelaskan di atas. Jika anda ingin memilih jenis koneksi USB yang lain, ikuti cara yang dijelaskkan di atas di bagian “B. Perangkat Android Jelly Bean dan sebelumnya”

Cara Install Aplikasi di Smartphone Android Melalui PC

SiPentingCara Install Aplikasi di Smartphone Android Melalui PC , Selama ini mungkin kita semua terbiasa menginstall aplikasi-aplikasi android via Google Play (aplikasi) atau dengan menggunakan installer (APK) karena dirasa cukup mudah dan instant tanpa ada persyaratan apa-apa. Namun kali ini yang saya bahas bukan melalui kedua cara diatas melainkan via PC. Lhoh kok PC? Iya karena yang saya maksud kita menginstallnya lewat situs resminya Google Playstore (WEB). Jelas? Let's go..



Pertama-tama persiapkan sebuah komputer/laptop beserta jaringan internetnya (optional bisa menggunakan WiFi Tethering di Android), ponsel android, dan satu buah kabel data. Sambungkan perangkat komputer dengan handphone. Jangan lupa untuk menginstall drivernya juga supaya ponsel terbaca dengan benar.

Selanjutnya buka Google Play menggunakan browser komputer anda. Disana anda bisa memilih atau mencari aplikasi macam apa yang ingin anda install di android anda, sebagai contoh berhubung saya sedang mencari aplikasi untuk merubah DNS ponsel saya maka saya search di kotak search dan saya temukan aplikasi bernama Set DNS.

Kemudian buka. Anda akan dihadapkan dengan deskripsi serta bermacam-macam menu yang bisa anda pilih. Disana juga akan terlihat mengenai rating aplikasi, versi, ukuran aplikasi, dan juga indikator yang menandakan aplikasi tersebut kompatibel dengan ponsel atau tidak.

*Pastikan android anda benar-benar terhubung dengan komputer supaya jenis ponsel terbaca di Google Play.

Untuk menginstallnya, arahkan kursor anda ke pilihan INSTALL berwarna biru. Setelah itu muncul konfirmasi mengenai akses aplikasi kemudian tekan saja INSTALL berwarna hijau.

Sudah :) Seharusnya aplikasi sudah mulai mendownload di handphone anda dan anda mendapat konfirmasi seperti ini :

Tampilannya di ponsel seperti ini :

Mudah bukan? :) selamat mencoba.


Minggu, 29 Januari 2017

Cara Bersihkan Sistem Cache Android Tanpa Aplikasi

SiPenting -  Cara Bersihkan Sistem Cache Android Tanpa Aplikasi , Terkait pada artikel Info Penting Mengenal Sistem Cache di Android, dimana SiPenting juga menjelaskan cara membersihkan Sistem Cache di Android dengan aplikasi. Nah, kali ini kami akan menjelaskan cara lainnya, tanpa bantuan aplikasi.

Untuk menghapus sistem cache tanpa aplikasi ada dua cara, yakni menghapus cache satu per satu pada setiap aplikasi atau menghapus cache sekaligus.
  1. Untuk  membersihkan semua file sistem cache satu persatu pengguna Android dapat melakukannya melalui menu system Settings, pilih Apps, lalu tap aplikasi yang akan Anda bersihkan cache dan pilih tombol Clear Cache.

  2. Sedangkan untuk membersihkan seluruh cache data Anda tinggal melakukannya melalui menu sistem Settings, lalu pilih Storage, dan pilih Cached data. Tidak berapa lama muncul box Konfirmasi, disitu Anda tinggal pilih OK.

Catatan: jika Anda melakukan langkah ini pada game, maka pengaturan permainan, akun, skor hingga profile sebelumnya yang anda mainkan pada game akan hilang semua.

Dengan membersihkan sistem cache pada Android, maka setidaknya Anda dapat melegakan kapasitas memori internal di ponsel.

Perlu diketahui bahwa setelah Anda melakukan clear cache pada perangkat Android, maka setelah itu setiap mengakses aplikasi atau website, maka perangkat akan membutuhkan tambahan waktu untuk me-reload elemen dan menyipannya kedalam cache.

Hal ini adalah normal, namun pada saat aplikasi dan website tersebut diakses maka secara otomatis data dan file cache akan muncul kembali, dan Anda harus menghapusnya kembali untuk mengambalikan kapasitas memori.

Demikian Informasi Cara Bersihkan Sistem Cache Android Tanpa Aplikasi, semoga informasi dapat bermanfaat untuk sahabat SiPenting. Terimakasih atas kunjungannya

Info Penting Mengenal Sistem Cache di Android

SiPenting - Info Penting Mengenal Sistem Cache di Android , Penggunaan memori di Android menggunakan sistem cache untuk mempercepat kinerjanya. Apa itu sistem cache dan bagaimana cara kerjanya? Berikut adalah sedikit penjelasannya.


Bagi Anda yang menggunakan ponsel Android mungkin pernah memperhatikan pada saat pertama kali memuat aplikasi. Untuk membuka aplikasi pertama kali biasanya memakan waktu yang lebih lama, dibandingkan untuk yang kedua atau ketiga kalinya. Nah, di sinilah sistem cache itu melakukan fungsinya.

Pada dasarnya file cache pada perangkat Android merupakan kumpulan gambar, video, file teks atau lainnya yang diperlukan untuk menampilkan halaman web, iklan dan banyak lagi.

File cache akan penyimpan eleman gambar dan elemen lainnya tersebut, yang harusnya di-download dari internet, atau diekstrak dari kompresi file aplikasi atau harus dihasilkan secara manual dengan cepat, seperti thumbnail foto. File-file ini kemudian disimpan ke dalam sistem cache.

Sehingga pada saat kedua atau ketiga kalinya Anda membuka aplikasi dapat menarik file tersebut dari memori lokal, sehingga aplikasi dapat memuat lebih cepat dibandingkan saat pertama kali membuka aplikasi tersebut.

Namun meski dapat mempercepat akses aplikasi, sistem cache juga dapat membuat memori cepat habis. Karena semakin banyak eleman gambar tersimpan dimemori, maka semakin banyak pula memori internal ponsel akan terbebani.

Oleh karenanya secara berkala sistem cache harus dibersihkan atau dihapus, untuk mengembalikan kapasitas memori internal seperti semula. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi

Tips Penting untuk melindungi privasi data pengguna Android

SiPenting - Tips Penting untuk melindungi privasi data pengguna Android , Hari ini adalah Hari Privasi Data! Atau, seperti yang dikenal di Eropa, Data Protection Day. Sahabat SiPenting, kami percaya dalam membentuk masa depan sebuah web mobile dan aplikasi mobile yang lebih aman.


Dengan adopsi masal smartphone, beberapa dari kamu mungkin ingin melindungi privasi data kamu tidak hanya ketika menggunakan browser untuk mengakses web, tetapi juga saat menggunakan aplikasi lain pada Android. Kami ingin berbagi tiga tips mudah untuk melindungi privasi data pada Android.

Hati-hati terhadap Wi-Fi hotspot gratis yang tidak aman
Wi-Fi hotspot gratis terdapat di mana-mana, dan itu selalu menggoda untuk terhubung ke Wi-Fi agar dapat menghemat biaya paket data. Tetapi berhati-hatilah. Menghubungkan ke Wi-Fi hotspot gratis yang tidak aman ini bisa menimbulkan resiko terhadap informasi pribadi kamu. Siapapun dapat dengan mudah mencegat lalu lintas data melalui hotspot Wi-Fi gratis yang tidak aman dan mendapatkan informasi yang kamu kirim melalui aplikasi dan browser, seperti username, password, dan bahkan informasi pribadimu. Penyedia Wi-Fi hotspot gratis yang tidak etis mungkin melewati mekanisme keamanan standar yang digunakan untuk melindungi data kamu seperti HTTPS dan penggunaan sertifikat keamanan, sebelum memberikan akses ke Wi-Fi hotspot gratis.

Pastikan kamu tidak jatuh ke dalam perangkap ini. Jika kamu harus terhubung ke salah satu dari ini jaringan Wi-Fi umum gratis, pastikan untuk mengamankan lalu lintas data aplikasimu dengan lapisan tambahan enkripsi dari aplikasi VPN terpercaya.

Hindari berbagi data sensitif melalui koneksi non-https

Bulan ini, Google akan mulai penandaan halaman web yang mencakup login atau informasi kartu kredit dengan pesan “Tidak Aman” jika halaman tidak menggunakan HTTPS, versi aman dari protokol internet. Dengan kata lain, menggunakan koneksi non-HTTPS berbahaya bagi data pribadi kamu. Namun, bila menggunakan aplikasi Android, sangat sulit untuk mengetahui apakah aplikasi menggunakan koneksi HTTPS atau tidak.

Hal ini sangat disarankan agar kamu menghindari memasukkan informasi pribadi yang sensitif ke dalam aplikasi Android jika kamu tidak yakin apakah mereka menggunakan praktik terbaik dan terbaru untuk menjaga privasi dan keamanan, atau kamu dapat memilih untuk mengenkripsi semua lalu lintas data.

Aplikasi penghemat data dan privasi data, Opera Max, memiliki mode Privasi yang dapat membantu kamu untuk mengetahui aplikasi mana yang dapat di percaya. Jadi jika kamu tidak yakin seberapa amannya sebuah aplikasi, kamu dapat melihat seberapa baiknya mode privasi suatu aplikasi dengan mode Privasi Opera Max.

Blokir pelacak

Kami pikir risiko terbesar bocornya privasi pengguna Android berasal dari aplikasi itu sendiri – terutama pada aplikasi yang terus-menerus mengirim pelacak kepada pihak ketiga tanpa memberitahu pengguna. Pelacak ini mengumpulkan data pribadi kamu dan menandai kamu sebagai target untuk menampilkan iklan. Namun, dengan lebih dari 1,5 juta aplikasi Android di luar sana dan terus bertambah, tidak ada satupun yang melacak aplikasi mana yang menghormati privasi kamu. Oleh karena itu, kami pikir itu penting untuk melihat apakah aplikasi pada ponselmu benar-benar melakukan dan memberikan cara untuk meminimalkan jenis pelacakan.
Bagaimana kami melindungi data pribadimu pada perangkat Android?

Tahun lalu, tim Opera Max memperkenalkan “mode privasi”, mode yang serupa dengan layanan VPN yang melindungi dan mengenkripsi data dan privasi pengguna Android. Mode privasi tidak hanya mengenkripsi penggunaan data di hotspot Wi-Fi terbuka, yang membuat hotspot menjadi lebih pribadi dan aman, tetapi juga menyaring permintaan pelacakan dari aplikasi itu sendiri.

Pada bulan Desember 2016, lebih dari satu juta pengguna aktif bulanan mengaktifkan mode privasi. Mode ini telah melindungi lebih dari 63 juta permintaan.

Salah satu tujuan kami adalah untuk mendidik masyarakat tentang aplikasi mana yang membagikan data kepada pihak ketiga secara berlebihan. Harus menjadi praktek standar dalam industri aplikasi mobile untuk menginformasikan pengguna tentang apa yang dilakukan sebuah aplikasi terhadap data mereka.

Untuk mengetahui aplikasi yang menggunakan pelacak pada perangkat kamu, kami menyarankan untuk menginstal versi terbaru dari Opera Max dan mengaktifkan mode privasi saat menggunakan aplikasi pada jaringan mobile atau Wi-Fi. Ini adalah langkah pertama menuju privasi online yang lebih baik.

Cara bersihkan Cache pada Android dan Opera Mini

SiPenting - Cara bersihkan Cache pada Android dan Opera Mini , Apakah smartphone Android kamu terasa semakin lambat dan berat atau ngadat saat membuka aplikasi yang ada di smartphone kamu, Jika iya? Kemungkinan besar masalahnya adalah pada besarnya volume cache yang sudah banyak tersimpan di dalam perangkat kamu.

Apa sih itu Cache?

Sahabat SiPenting, Sebelum kita bahas cara mengatasi smartphone yang lambat, sebaiknya kita cari tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Cache. Cache merupakan sebuah file yang dibuat untuk menyimpan data sementara dalam smartphone kamu. Fungsi utama cache pada dasarnya adalah untuk bantu mempercepat loading pada sebuah halaman situs atau performa transfer data pada suatu aplikasi terutama yang sudah pernah kalian buka pada smartphone kalian. Namun, cache akan terus menumpuk seiring dengan jumlah aplikasi yang kamu miliki dan situs yang dikunjungi via browser.


Meskipun berbagi aplikasi dan browser secara otomatis akan menghapus cache tersebut dalam jangka waktu tertentu, namun terkadang terjadi masalah yang membuatnya tidak terhapus secara otomatis. Semakin besar volume cache yang tersimpan, semakin besar beban pada kapasitas memori perangkat kamu, terutama apabila ada cache yang rusak.

Oleh karena itu sahabat SiPenting, sebaiknya kamu membiasakan diri untuk menghapus cache secara berkala agar smartphone kamu kembali lancar, tidak ngadat lagi, serta cek tips berikut untuk mempercepat performa smartphone kamu.

Cara bersihkan cache pada Android

Jika Android kamu terasa lambat atau berat dan tidak mengerti apa penyebabnya, lebih baik kamu sekaligus menghapus semua cache dari segala aplikasi yang kamu miliki. Bagi kamu yang menggunakan perangkat OS Android 4.2 Jelly Bean dan ke atas, cobalah langkah berikut untuk membersihkan semua cache:
  1. Buka menu Settings dan pilih Storage
  2. Tekan informasi “Cached Data” hingga muncul pop-up untuk menghapus cache dari semua aplikasi
  3. Tekan tombol OK untuk konfirmasi menghapus
Cara hapus cache pada Aplikasi
Jika kamu sudah mendeteksi ada masalah pada aplikasi tertentu dalam perangkat Android kamu, kamu dapat membersihkan cache tanpa harus menghapus cache dari aplikasi lainnya yang berjalan normal:
  1. Buka menu Settings, pilih Apps atau Application Manager
  2. Pilih Aplikasi yang ingin kamu hapus cache-nya
  3. Tekan tombol Clear untuk menghapusnya
Cara bersihkan browsing history pada Opera Mini

Menjelajahi puluhan halaman web akan meninggalkan banyak data seperti riwayat pencarian, cookies dan tentunya juga cache. Setelah sekian lama, banyak data yang terkumpul akan menghabiskan ruang penyimpanan pada perangkat kamu. Namun, kamu juga bisa menghapus cache tersimpan agar kamu dapat browsing dengan ringan:
  1. Masuk ke Opera Mini kemudian pilih ikon Opera di pojok kanan bawah
  2. Pilih Settings
  3. Pilih Clear Browsing Data
  4. Centang ‘Clear Cookies and data
  5. Tekan tombol OK
Perlu diketahui bahwa setiap kamu melakukan pembersihan cache, perangkat akan kembali menyimpan cache baru dan membutuhkan tambahan waktu untuk loading di kunjungan pertama aplikasi dan situs. Hal ini wajar dan akan kembali normal seperti biasa setelah penggunaannya beberapa saat. Tapi, akan ada waktu di mana kamu harus melakukan lagi tahap-tahap di atas agar perangkat smartphone kamu tetap awet. Selamat mencoba, Sahabat SiPenting!